Poto. Kegiatan Penutupan Posko Layanan Keagamaan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga Purbalingga (16/2/2026) – Posko Keagamaan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga di Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, menutup rangkaian tugasnya dengan sejumlah agenda penting, Senin (16/2). Kegiatan meliputi penerimaan bantuan kemanusiaan, penutupan posko, evaluasi layanan darurat, hingga penguatan pembangunan zona integritas.
Tim piket yang bertugas hari ini terdiri dari Posko Sangkanayu Muthohir, Thofikkur Rokhman, Mufaqih, Rikin, Niswah, dan Thoyib.
Dari Posko Serang, Abdul Raub, Saryono, Ngathourrohman, Adam Fadli, Ngamali, Eva Lutfiati Khasanah, Irma In Shofiana, Shofa Nailun Niam dan Sabrina. Sejak pagi, posko menerima bantuan material bangunan dari Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) berupa 100 lembar seng dan 150 sak semen. Bantuan tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung pemulihan sarana ibadah dan fasilitas umum pascabencana di wilayah terdampak.
Pada hari yang sama, dilaksanakan penutupan posko wilayah Serang dan Sangkanayu yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga bersama jajaran pejabat terkait. Penutupan ini menandai berakhirnya masa tugas aktif posko di dua titik tersebut, setelah sebelumnya berperan dalam layanan keagamaan dan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana.
Meski posko resmi ditutup, koordinasi lintas sektor tetap disiagakan guna memastikan respons cepat apabila diperlukan kembali.
Selain itu, tim juga menggelar rapat evaluasi tanggap darurat layanan keagamaan di Mountain Camping & Cafe, Serang, dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga H. Zahid Hasani. Evaluasi difokuskan pada efektivitas layanan selama masa darurat, sekaligus penyempurnaan Standar Operasional Prosedur (SOP) agar pelayanan publik tetap berjalan optimal dalam memberikan layanan yang berdampak kepada masyarakat.
Tak hanya membahas kebencanaan, jajaran Kemenag Purbalingga juga melakukan diskusi strategis terkait akselerasi pembangunan Zona Integritas. Evaluasi capaian Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) menjadi pijakan menuju target predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Tahun 2027.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar, aman, dan tertib. Kemenag Purbalingga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi, menjaga integritas, serta menghadirkan layanan keagamaan yang responsif dan profesional bagi masyarakat.
Kontributor: Thofikurrokhman & Eva Luthfiati Khasanah
Penulis: Rikin
Komentar
Posting Komentar