The Most KUA Bobotsari “Ramadan dan Keteguhan Iman” untuk Penguatan Keluarga Sakinah
Purbalingga — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bobotsari melalui para Penyuluh Agama Islam melaksanakan kegiatan dakwah Ramadan bertajuk “The Most KUA Bobotsari” yang digelar di lima Majlis Taklim di wilayah Kecamatan Bobotsari selama Ramadan 1447 H / 2026 M. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan dakwah yang menenangkan, membahagiakan secara bermakna, serta relevan dengan kebutuhan umat, sejalan dengan semangat Joyful Ramadan Mubarak.
Dalam kegiatan tersebut, para Penyuluh Agama Islam menyampaikan materi dengan tema “Ramadan dan Keteguhan Iman.” Tema ini menekankan pentingnya iman sebagai sumber lahirnya keluarga sakinah, mawaddah, warahmah, keteguhan batin, serta ketenangan jiwa dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan.
Melalui pendekatan dakwah yang humanis dan menyejukkan, pesan-pesan keagamaan diarahkan agar umat merasakan Islam sebagai sandaran spiritual yang menenangkan, bukan sebagai tekanan. Dengan demikian, Ramadan diharapkan dapat dirasakan sebagai ruang pemulihan sekaligus penguatan iman bagi setiap keluarga dan masyarakat.
Kegiatan dakwah Ramadan ini juga difokuskan pada penguatan keluarga maslahat, dengan empat orientasi utama yang mendukung ketahanan keluarga, yaitu:
Penguatan iman yang menenangkan, dengan menghadirkan ajaran Islam sebagai sumber sakinah, optimisme, dan keteguhan batin dalam menghadapi dinamika kehidupan.
Pembumian nilai-nilai Al-Qur’an, dengan menempatkan Al-Qur’an tidak hanya sebagai bacaan ritual, tetapi sebagai pedoman makna, arah hidup, dan sumber inspirasi kebaikan.
Penumbuhan empati dan solidaritas sosial, dengan menjadikan puasa sebagai sarana pendidikan kepekaan, kepedulian, dan kebersamaan, khususnya terhadap kelompok rentan dan masyarakat yang membutuhkan.
Penguatan kesadaran hidup sederhana dan bertanggung jawab, dengan memaknai puasa sebagai pendidikan pengendalian diri, pengelolaan kebutuhan secara proporsional, serta kepedulian terhadap keberlanjutan kehidupan, termasuk dalam hal konsumsi dan pengelolaan pangan.
Koordinator kegiatan, Khikam Aziz, menyampaikan bahwa dakwah Ramadan ini diharapkan mampu menghadirkan suasana keberagamaan yang hangat, inklusif, dan menyejukkan. “Ramadan bukan hanya momentum ibadah ritual, tetapi juga ruang bersama untuk memperkuat iman, menumbuhkan empati sosial, serta menghadirkan kebahagiaan spiritual yang berkelanjutan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat,” ungkapnya.
Adapun para Penyuluh Agama Islam yang bertugas dalam kegiatan ini adalah Khikam Aziz di Majlis Taklim Al Huda Karangmalang, Rikin di Majlis Taklim Subulussalam Banjarsari, Subagyo di Majlis Taklim Telagayasa, Nur Asih Utami di Majlis Taklim Nurul Istiqomah Karangduren, serta One Ulfatu Zain di Majlis Taklim Fatimah Azzahra.
Melalui kegiatan ini, diharapkan dakwah Ramadan mampu semakin mendekatkan masyarakat kepada nilai-nilai keislaman yang menenangkan, memperkuat ketahanan keluarga, serta menumbuhkan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

Mantap👍👍👍
BalasHapus