Budaya Kritik di Era Digital: Saat Berpendapat Jadi Gaya Hidup
Budaya Kritik di Era Digital: Saat Berpendapat Jadi Gaya Hidup. Oleh: Rikin Dulu, menyuarakan pendapat mungkin hanya bisa dilakukan lewat mimbar, media massa, atau forum-forum resmi. Sekarang? Cukup lewat satu unggahan di media sosial. Dari urusan politik, tren hiburan, sampai masalah pribadi selebritas — semua bisa jadi bahan opini publik. Di era digital ini, berpendapat bukan cuma hak, tapi sudah berubah jadi gaya hidup. 1. Semua Orang Punya Panggung Media sosial membuat siapa pun bisa jadi “penulis opini”. Tak perlu gelar jurnalis atau status publik figur — asal punya akun dan koneksi internet, suara kita bisa terdengar. Fenomena ini menunjukkan bahwa masyarakat makin aktif dan kritis. Kita tak lagi sekadar jadi penonton, tapi juga ikut menentukan arah percakapan publik. Sayangnya, kebebasan itu kadang disalahartikan: tidak semua yang lantang berarti benar, dan tidak semua yang berbeda harus dibungkam. 2. Kritik yang Jadi Tren Di dunia digital, kritik bisa muncul secepat trendi...