Menebar Ilmu, Menguatkan Kepedulian Sosial: Dampak Nyata Kehadiran Penyuluh Bagi Masyarakat melalui Pelatihan Pemulasaraan Jenazah
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Poto. Proses Praktek Memandikan Jenazah Oleh Masyarakat Desa Talagening dipandu oleh Penyuluh Agama Kecamatan Bobotsari
Menebar Ilmu, Menguatkan Kepedulian Sosial: Dampak Positif Kehadiran Penyuluh Bagi Masyarakat melalui Pelatihan Pemulasaraan Jenazah
Kematian merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Di balik duka yang menyelimuti, terdapat kewajiban umat Islam untuk memberikan penghormatan terakhir kepada saudaranya yang telah meninggal dunia melalui proses pemulasaraan jenazah—memandikan, mengafani, menyalatkan, dan menguburkan dengan cara yang sesuai syariat. Sayangnya, tidak semua masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam melaksanakan prosesi tersebut dengan benar.
Berangkat dari keprihatinan itulah, Penyuluh Agama Kecamatan Bobotsari hadir menebar manfaat melalui kegiatan Pelatihan Pemulasaraan Jenazah yang diselenggarakan di Desa Talagening. Kegiatan ini menjadi wadah penting bagi masyarakat untuk belajar, berdialog, dan berlatih secara langsung mengenai tata cara pemulasaraan jenazah sesuai tuntunan agama Islam.
Pelatihan yang dipandu oleh para penyuluh agama ini tidak hanya berisi penjelasan teori, tetapi juga praktik langsung, mulai dari tata cara memandikan dan mengafani jenazah hingga simulasi pelaksanaan salat jenazah. Dengan pendekatan yang komunikatif dan menyentuh sisi spiritual, para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi.
Lebih dari sekadar pelatihan teknis, kegiatan ini memiliki dampak sosial yang mendalam. Masyarakat Desa Talagening menjadi lebih siap dan saling peduli ketika ada warga yang meninggal dunia. Mereka tidak lagi merasa canggung atau bergantung sepenuhnya pada segelintir orang yang dianggap “ahli” dalam hal tersebut. Kini, pengetahuan itu menyebar dan menjadi modal sosial yang memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat.
Penyuluh agama, dalam hal ini, berperan sebagai agen perubahan sosial dan spiritual. Melalui bimbingan mereka, masyarakat tidak hanya memahami aspek hukum dan tata cara ibadah, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya tolong-menolong dalam urusan kemanusiaan. Kegiatan seperti ini membuktikan bahwa peran penyuluh agama tidak sebatas memberikan ceramah atau dakwah di mimbar, tetapi juga hadir secara nyata di tengah masyarakat, menebar ilmu dan menguatkan kepedulian sosial.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, diharapkan masyarakat Desa Talagening dapat terus mengembangkan semangat kemandirian dan solidaritas dalam menghadapi berbagai persoalan sosial keagamaan. Seperti halnya prosesi pemulasaraan jenazah, yang hakikatnya bukan hanya kewajiban, tetapi juga bentuk kasih sayang terakhir kepada sesama manusia.
Penulis: Rikin Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama Kecamatan Bobotsari
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya


👍💪💪💪🚀
BalasHapusjoss
BalasHapus