Dakwah Lewat Pena dan Layar: Literasi Digital bagi Penyuluh Agama
Dakwah Lewat Pena dan Layar: Literasi Digital bagi Penyuluh Agama
Oleh: Rikin Abu Khamid Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama Kecamatan Bobotsari
Di era digital yang serba cepat ini, arus informasi mengalir tanpa batas. Setiap detik, jutaan pesan tersampaikan melalui layar gawai, media sosial, dan berbagai platform digital. Dalam derasnya arus ini, penyuluh agama memiliki peran yang semakin penting: bukan hanya menyampaikan dakwah di mimbar dan majelis taklim, tetapi juga menjadi pencerah di ruang maya. Maka, dakwah hari ini tidak lagi cukup hanya lewat lisan — ia juga harus hadir lewat pena dan layar.
Baca juga: keberadaan-guru-ngaji-tpq-madin-dan.html
Dakwah Melalui Pena: Merawat Kata, Menyebar Makna
Pena adalah simbol ilmu dan kebijaksanaan. Melalui tulisan, pesan dakwah dapat menjangkau ruang dan waktu yang luas. Artikel, opini, cerpen, hingga status singkat di media sosial, semuanya bisa menjadi wasilah (perantara) dakwah. Tulisan yang baik mampu menyentuh hati pembaca, menumbuhkan kesadaran, dan menggugah perubahan.
Bagi penyuluh agama, kemampuan menulis adalah bagian dari literasi dakwah — cara untuk menyalurkan nilai-nilai keislaman yang moderat, damai, dan solutif dalam bentuk kata-kata yang menyejukkan. Dakwah lewat pena bukan hanya soal kemampuan menulis indah, tetapi menulis dengan niat yang ikhlas dan pesan yang bernas.
Dakwah Melalui Layar: Menghadirkan Pesan di Era Digital
Sementara itu, layar — baik layar ponsel, komputer, maupun televisi — telah menjadi ruang baru bagi dakwah. Ustaz, penyuluh, dan dai kini bisa menyampaikan ceramah, kajian, maupun nasihat melalui video, podcast, infografis, dan media sosial. Dakwah digital menjadikan pesan Islam lebih mudah diakses oleh generasi muda yang lebih banyak berinteraksi lewat layar.
Namun, kehadiran di dunia digital juga memerlukan literasi yang kuat. Penyuluh harus memahami bagaimana menyaring informasi, menggunakan bahasa yang santun, menghormati perbedaan, serta menghindari ujaran kebencian. Dakwah di ruang digital menuntut etika berkomunikasi yang tinggi agar pesan agama tidak disalahpahami atau bahkan menimbulkan perpecahan.
Baca Juga: bimbingan-perkawinan-kua-bobotsari.html
Literasi Digital bagi Penyuluh Agama
Literasi digital bukan sekadar kemampuan mengoperasikan gawai atau aplikasi media sosial. Lebih dari itu, ia mencakup kemampuan berpikir kritis, memahami konten, serta menghasilkan karya digital yang bermanfaat. Penyuluh agama perlu terus belajar: bagaimana menulis artikel yang menarik, membuat video pendek yang edukatif, hingga mengelola akun dakwah yang produktif dan terpercaya.
Kementerian Agama, lembaga dakwah, dan komunitas literasi kini semakin gencar mendorong peningkatan kapasitas digital bagi penyuluh. Melalui pelatihan menulis, workshop konten kreatif, dan kelas literasi media, diharapkan para penyuluh mampu menjadi pelopor dakwah cerdas di dunia maya.
Menjadi Dai Literat dan Kreatif
Penyuluh agama masa kini idealnya bukan hanya penceramah, tetapi juga komunikator dan kreator. Ia mampu menulis di media massa, aktif di media sosial dengan konten inspiratif, dan menghadirkan wajah Islam yang moderat serta berkeadaban. Pena menjadi sarana menyebar ilmu, dan layar menjadi jendela dakwah yang menembus batas geografis.
Baca Juga : hari-santri-kontribusi-santri-untuk.html
Dalam konteks ini, penyuluh agama ditantang untuk terus meningkatkan literasi — membaca, menulis, dan berkarya. Sebab, dakwah bukan hanya soal berbicara di depan jamaah, tetapi juga menghadirkan pencerahan di setiap ruang kehidupan manusia, termasuk ruang digital.
Penutup
Dakwah lewat pena dan layar adalah wujud dakwah adaptif di era modern. Ia menuntut penyuluh untuk kreatif, bijak, dan berwawasan luas. Dengan literasi digital yang baik, penyuluh agama dapat menjadi agen perubahan, menghadirkan kedamaian dan kebaikan di dunia nyata maupun dunia maya.
“Tulislah dengan pena keikhlasan, dan pancarkan lewat layar kebaikan — agar dakwah tak berhenti di mimbar, tapi terus hidup di setiap jari yang menggulir layar.”

🔥
BalasHapusAyuh dibatiri mlaku
HapusIlustrasi fotonya menarik...
BalasHapusDi Support Gus , Ben mlayu
HapusMantap
BalasHapusAlhamdulillah,,, mayuh dibatiri mlaku
Hapustlaten bgt jos
BalasHapusAlon Alon kudu mlaku
HapusBagus banget. Perlu di kembangkan
BalasHapusMayuh yi mlaku
Hapus